Pemeriksaan yg wajib dilakukan saat hamil

Pemeriksaan Ini Wajib Dilakukan Saat Hamil Agar Ibu dan Bayi Aman

Setelah mengetahui bahwa sedang berbadan dua, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat wajib dilakukan. Tak hanya itu, untuk memantau kondisi kesehatan diri sendiri dan bayi dalam kandungan, pemeriksaan kesehatan lain juga perlu dilakukan.

Pemeriksaan tersebut diperlukan agar ibu hamil dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan janin yang dikandungnya. Melalui hasil pemeriksaan, dokter dapat segera menyarankan hal apa saja yang perlu dilakukan oleh ibu apabila ditemukan adanya kelainan dan gangguan. Apa saja pemeriksaan tersebut?

“Pemeriksaan profil darah, golongan darah/RH, HbsAg, gula darah, urine lengkap, IgM dan TORCH. Pemeriksaan HB misalnya, dilakukan untuk mengecek tingkat HB-nya harus diatas 10. Kalau dibawah 10 bisa jelek perkembangan janinnya dan dapat menimbulkan risiko perdarahan pada ibunya saat persalinan.

Pemeriksaan tersebut sebaiknya dilakukan pada 3 trimester kehamilan, tergantung usia kandungan ibunya. Adapun pemeriksaan yang umum dilakukan ibu hamil adalah sebagai berikut:

1. Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan darah bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu hamil secara umum. Caranya adalah dengan pemeriksaan AFP (alpha fetoprotein) pada usia kehamilan antara 15 – 20 minggu. Kadar AFP dipantau untuk memastikan apakah saluran saraf tulang belakang janin mengalami gangguan atau tidak.

2. Pemeriksaan Urine dan Gula Darah
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa fungsi ginjal ibu hamil, sekaligus memeriksa kadar gula darah. Jika ditemukan adanya kandungan protein, maka kemungkinan besar ibu hamil akan mengalami preeklampsia yang berbahaya. Pemeriksaan kadar gula darah juga penting untuk mencegah diabetes pada ibu.

3. Pemeriksaan Berat Badan
Berat badan ibu hamil dipantau untuk mengetahui apakah pertambahan berat badannya tergolong normal atau tidak. Pertambahan berat badan yang tak normal bisa dipengaruhi oleh perkembangan janin yang terhambat atau gangguan lain.

4. Pemeriksaan Perut
Dilakukan untuk melihat posisi rahim, mengukur pertumbuhan janin dan mengetahui posisi janin. Pemeriksaan ini harus dilakukan secara rutin oleh dokter kandungan atau bidan.

5. Pemeriksaan Tinggi Badan
Pada saat memeriksa tinggi badan, ukuran panggul ibu akan diukur sehingga dapat diperkirakan apakah ibu dapat menjalani persalinan normal atau harus melakukan caesar. Jika tinggi badannya tergolong pendek, maka ukuran panggul juga cenderung sempit sehingga tidak memungkinkan persalinan normal.

6. Pemeriksaan Dalam
Dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat tumor, kondisi abnormal di dalam rongga panggul, mendiagnosis adanya bisul atau erosi pada mulut rahim, papsmear, mengetahui ada tidaknya penyakit kehamilan, letak janin dan ukuran rongga panggul sebagai jalan lahir bayi. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan di awal kehamilan.

7. Pemeriksaan Kaki
Dilakukan untuk mengetahui adanya pembengkakan dan kemungkinan varises. Pembengkakan yang terjadi di minggu-minggu akhir kehamilan adalah normal, namun pembengkakan yang berlebihan menandakan preeklampsia,

8. Pemeriksaan Detak Jantung
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah janin dalam berada dalam kondisi sehat dan baik. Permeriksaan detak jantung biasanya menggunakan Teknik Doopler sehingga ibu hamil dapat mendengarkan detak janin yang dikandungnya.

9. Uji TORCH (Toksoplasma Rubella Cytomegalovirus Herpesimpleks)
Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi parasit TORCH di dalam tubuh ibu hamil. Infeksi TORCH dapat menyebabkan bayi terlahir dengan kondisi cacat bahkan mengalami kematian. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menganalisis kadar imunogloblin G (IgG) dan imunoglobin M (IgM) dalam serum darah ibu hamil yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh.

Banyak sedikitnya IgG dan IgM dalam serum darah mengindikasikan ada tidaknya infeksi serta besar kecilnya infeksi. Jika hasil IgG negatif, berarti infeksi terjadi pada masa lalu dan kini sudah tidak aktif lagi. Jika hasil IgM positif, berarti infeksi masih berlangsung aktif dan ibu hamil memerlukan pengobatan agar janin dalam kandungan yang terinfeksi dapat segera ditangani sehingga infeksi tidak semakin buruk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s