Obat yang perlu di perhatikan oleh ibu Hamil

Ini yang Harus Diperhatikan Jika Ibu Hamil Terpaksa Minum Obat

Ibu hamil dianjurkan untuk sangat berhati-hati dalam mengonsumsi obat, sebab bisa mempengaruhi pertumbuhan janin yang dikandungnya. Jika tidak benar-benar terpaksa karena sakit, lebih baik ibu hamil menghindari obat-obatan.

Semua jenis obat-obatan yang digunakan oleh dokter memiliki kategori tertentu berdasarkan tingkat keamanannya bagi ibu hamil. Beberapa jenis obat dikategorikan sebagai teratogen, yakni zat yang jika dikonsumsi ibu hamil bisa memicu kecacatan pada janin.

“Ada kategori obat ABCDE dan X, untuk antibiotik turunan amoxixilin itu aman digunakan,”

Obat-obat kanker dan diabetes sebaiknya dihindari di masa kehamilan untuk mencegah terjadinya gangguan pada pertumbuhan janin. Antibiotik juga tidak boleh sembarangan, sebab golongan tetrasiklin juga berisiko memicu gangguan pada janin.

Lalu bagaimana jika ibu hamil sakit dan terpaksa harus minum obat? Tentu saja penyakitnya tidak boleh dibiarkan begitu saja karena kondisi sakit pada ibu hamil sama bahayanya bagi kesehatan janin. Hanya saja, penggunaan obat-obatan harus dikonsultasikan dengan dokter.

Untuk flu dan sakit gigi misalnya, dokter akan meresepkan obat yang kandungannya hanya parasetamol saja tanpa ada campuran lain. Tidak dianjurkan untuk melakukan swamedikasi atau pengobatan sendiri, lebih baik datang ke dokter untuk mendapatkan pilihan obat paling aman.

“Dan infeksi seperti batuk yang berkepanjangan juga tidak boleh dibiarkan, biasanya karena takut ke dokter akhirnya dibiarkan. Infeksi dari batuk ini lama-kelamaan kumannya juga bisa jalan ke tubuh dan memengaruhi janin,”

Bukan hanya jenis obat, cara pemberiannya juga harus diperhitungkan demi keamanan janin dalam kandungan. Untuk keputihan misalnya, lebih aman menggunakan obat yang dimasukkan langsung ke vagina daripada obat telah yang diminum secara oral.

Mengenai jamu dan obat tradisional lainnya, Dokter menyarankan sebaiknya hanya mengonsumsi produk yang sudah mendapat sertifikasi Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan). Dalam sertifikasinya, BPOM akan mencantumkan apakah suatu produk obat tradisional aman bagi ibu hamil.

“Kalau beli di jalan atau yang tidak bersertifikasi, walaupun herbal kita tidak pernah tahu komposisi yang digunakan aman atau tidak. Jadi, sebaiknya dihindari saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s